Follow me on Facebook

Yayasan Al Amin Pelopor dan Penggiat Pendidikan Gratis

Posted by Unknown Selasa, 04 Februari 2014 0 komentar

Tasikmalaya, Lintas Metro
Yayasan Al Amin yang terletak di Jalan Cibuni Geulis Desa Sukasenang Kecamatan Tanjung Jaya Kabuapten Tasikmalaya adalah salah satu yayasan pelopor dan penggiat pendidikan gratis terhadap masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya berbagai macam pusat pendidikan yang meliputi pendidikan Formal dan Non Formal.
    Untuk pendidikan formal, yayasan Al Amin mendirikan SMK dengan biaya gratis, dalam artian semua masyarakat yang mengikuti pembelajaran di SMK Al Amin tidak dipungut biaya sepeserpun. Hal tersebut dikarenakan Ketua Yayasan Al Amin merasa terenyuh melihat kondisi sebagian masyarakat dengan taraf ekonomi lemah, sedangkan anak-anak mereka mempunyai potensi untuk berprestasi tapi tidak disalurkan dan untuk bekerja mereka belum cukup usia. Dan untuk pendidikan Non Formal, Yayasan Al Amin membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  (PKBM). PKBM adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan. PKBM ini masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan Nasional. PKBM ini bisa berupa tingkat Desa ataupun Kecamatan. 




Cece Darusman, S.Pd. Ketua sekaligus pendiri yayasan Al Amin saat diwawancarai Lintas Metro mengatakan bahwa tujuan didirikannya yayasan tersebut, dirinya ingin membantu masyarakat dalam menunjang pendidikan yang memang betul-betul terjangkau, karena menurutnya, kadang kadang masyarakat menginginkan untuk bersekolah tapi keadaan tidamemungkinkan mengingat kondisi ekonomi sebagian masyarakat yang tidak memungkinkan.
Dikatakan pula bahwa Di yayasan al amin dilaksanakanPendidikan luar sekolah yang merupakan yaitu PKBM yang meliputi Paud, Paket A, B dan paket C. jelasnya.
Untuk Program Paket A itu sendiri Cece Darusman bentuk mengingat masyarakat di wilayah tanjungjaya masih banyak yang harus di bantu dengan paket A dan merupakan salah satu upaya untuk membantu Pemerintah  dalam menuntaskan Wajar Dikdas 9 tahun serta untuk mencapai APM dan IPM yang digembor-gemborkan Pemerintah . Tambahnya.
“Semua kegiatan pembelajaran mulai dari paket A, B dan C itu dengan biaya gratis, karena Pemerintah  menyalurkan program ke PKBM dan PKBM menyalurkannya ke masyarakat dan semua peserta wajib mengikuti pembelajaran tidak bisa Cuma mengikuti ujian”. ujarnya
“Untuk Program Paket C kami sentralkan di lingkungan PKBM, dengan memperbanyak pembelajaran di rumah, esistensinya untuk meringankan beban masyarakat itu sendiri, mengingat banyak dari peserta paket C sudah berkeluarga”. Imbuhnya.
Selain itu PKBM Al Amin juga melaksanakan Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) pada pemberdayaan perempuan. Berbagai macam pelatiahan keterampilan dilaksanakan, mulai dari cara merangkai Manic-manik, menjahit, menyulam hingga pembuatan makanan ringan.
“Alhamdulillah kami mendapat respon baik dari masyarakat dan saat ini sudah banyak masyarakat yang membuka home industry dari hasil pelatihan dari PKBM”. Pungkasnya.

Dilain pihak, AA Solehudin, S.Pd.I. salah seorang tenaga pengajar di SMK Al Amin mengatakan kepada Lintas Metro bahwa dirinya merasa nyaman bekerja di Yayasan tersebut, bahkan dirinya sudah menganggap yayasan tersebut sebagai rumah keduanya. “saya betah kerja disini”. ujarnya.(Iwan)

Polsek Sodonghilir Berhasil Ungkap Pelaku Pengubur Bayi

Posted by Unknown 0 komentar
Tasikmalaya, Lintas Metro
Perjalanan cinta antara A (30)  dengan R (32) keduanya penduduk Kampung Cipende Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir Tasikmalaya harus berahir di balik jeruji Polres Tasikmalaya. Kehangatan cinta keduanya harus berganti dengan dinginnya lantai penjara, pasalnya akibat dari perbuatan nista dan dilarang agama A mengandung dalam usia 7 bulan.
Menurut Akp. A Nurjaman selaku kapolsek sodonghilir saat diwawacara LM menuturkan bahwa pada tanggal  3 pebruari 2014 Polsek mendapat laporan dari warga Cipende bahwa di belakang rumah seorang warga terdapat gundukan tanah yang menyerupai kuburan, tidak menunggu lama pihaknya memerintahkan anggotanya untuk segera menuju TKP,  sesampai di TKP petugas tidak menemui kesulitan mencari gundukan tanah yang dilaporkan warga, maka petugaspun  segera menggali gundukan tanah yang terletak di belakang rumah warga tersebut, setelah berhasil dilakukan  penggalian, ternyata didalam kuburan tersebut  terdapat sosok mayat bayi dengan jenis kelamin laki laki yang terbungkus kain pernel lengkap dengan tali ari-arinya dan diperkirakan baru berumur 1 (satu) hari. Jelasnya
Masih menurut Kapolsek, kecurigaan pun tertuju pada sosok A seorang janda yang tidak jauh dari tempat mayat di temukan.
Saat dilakukan penangkapan, A dalam keadaan lemas dan dia mengakui perbuatannya bahwa bayinya sengaja dikuburkan karena takut dan malu oleh tetangga dan warga karena bayi tersebut merupakan hasil perbuatan gelapnya dengan R yang kini sedang berada diluar kota dan dalam proses kelahiran A tidak dibantu siapapun.  tandasnya

Untuk memudahkan penyelidikan kini pelaku di amankan di Mapolres Tasikmlaya”. Pungkasnya. (Yos)

Oknum Stap Puskesmas Diduga Pungut Biaya Pemeriksaan THT

Posted by Unknown 0 komentar

Ilustrasi



Tasikmalaya, Lintas Metro
Puskesmas merupakan sentra pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tentunya dengan segala keringanan dan kemudahan serta pelayanan yang memuaskan, sudah menjadi kewajiban bagi petugas puskesmas memberikan kenyamanan dalam melayani masyarakat .
Namun dibalik semua kemudahan dan keringanan tersebut terkadang terkontaminasi oleh prilaku buruk dari ulah diluar kepatutan yang dilakukan staff Puskesmas itu sendiri, contoh kasus yang terjadi di Puskesmas UPTD Tanjungjaya Kecamatan Tanjungjaya  Kabupaten Tasikmalaya dimana salah seorang Mantri berinicial KMR saat ini melakukan praktek layaknya seorang dokter  bahkan membuka praktek dirumahnya di luar jam kerja, lebih dari itu KMR juga siap dipanggil kerumah pasien bila di perlukan. Dimanana seorang mantri atau perawat tidak dibenarkan  melakukan praktek pengobatan tanpa adanya ijin dan legalitas dari pihak yang terkait.
Saat ditemui diruang kerjanya KMR mengakui terus terang tentang kegiatannya tersebut dengan alasan kebutuhan  bahkan dia mengakui bahwa dirinya sering ditegur oleh Pimpinan, namun  tidak di gubris. Tandasnya.
abdi rumaos bedegong da kajurung ku pangabutuh “pungkasnya,
saat LM mencoba menghubungi Kepala Puskesmas,   beliau sedang tidak ada di tempat, namun LM berhasil menghubungi Kepala Puskesmas melalui telepon cellular nya . Kepala Puskesmas menegaskan bahwa KMR sudah sering diperingati  namun tetap saja membandel dan yang lebih mengeherankan KMR diduga memungut biaya pemeriksaan THT terhadap Pasen Jamkesmas.
Saat Lintas Metro konfirmasi ke Kepala UPTD Kesehatan, Enjang menegaskan bahwa hal tersebut belum sampai ke pihaknya bahkan akan terlebih dahulu mengintrogasi KMR. Jelasnya.

Dari kasus tersebut tentunya harus ada yang bertanggung jawab karena tidak terlepas dari aspek pembinaan kepala wilayah di Kecamatan Tanjungjaya. (YOS)

Sosialisasi Pemilu Oleh PPK Mangunreja Se-Dapil 1 Kabupaten Tasikmalaya Dinilai Kurang Berhasil

Posted by Unknown 0 komentar


Tasikmalaya, Lintas Metro
Tanggal 9 April 2014 merupakan tanggal penentuan nasib bagi para calon Legislatif untuk menentukan jadi dan tidaknya sebagai Anggota Dewan. Tanggal tersebut juga tanggal dimana Pemerintah menggelar Pemilihan Umum untuk menentukan nasib Bangsa, namun pada umumnya tidak semua warga memahami dan mengetahui para calon Legislatif dan juga Partai yang ada, bahkan cara mencoblos pun tidak semua memahaminya. Dari itulah Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK ) Kecamatan Mangunreja menggelar acara sosialisasi Pemilu Legislatif se-Dapil 1 dengan menggelar lomba jalan santai yang mengundang seluruh lapisan masyarakat.
Sound System,  panggung dan music hiburan di sediakan dengan berbagai hadiah yang cukup wah dan meriah. Suara hingar bingar musik tidak di tunjang oleh banyaknya peserta yang hadir, baik itu dari kalangan masyarakat maupun dari Caleg itu sendiri.
Dari 85 caleg yang ada di Dapil 1 hanya 12 caleg yang hadir bahkan peserta yang hadirpun di dominasi oleh anggota PPS dan anak-anak yang hanya sekedar mengejar hadiah undian. Itu membuktikan bahwa acara sosialisasi ini kurang diminati oleh warga dan Caleg itu sendiri.
Selaku ketua KPU Kabupaten H.Deden menegaskan, cara sosialisasi seperti menggelarnya jalan santai perlu dilaksanakan di Kecamatan Mangunreja saja, karena di tempat lain dilaksanakan dengan cara yang berbeda. Jelasnya.
Di lain pihak Dede selaku ketua PPK Kecamatan Mangunreja mengatakan, “jauh-jauh hari yang dipikirkan hanya masalah hadiah dan Alhamdulillah hadiah sudah tercapai”. Tegasnya.
Lalu apakah dipikiran ketua PPK tersebut tidak terpikir cara sosialisasi (merekrut peserta sebanyak-banyaknya), yang lebih membuat heran, jumlah karcis undian tidak sesuai dengan  jumlah  peserta, bahkan kartu undian hampir sekotak penuh tapi para peserta bisa di hitung dengan jari.
Mudah-mudahan, menurut warga acara sosialisasi ini bukan acara ceremonial belaka dan mendongkrak popularitas PPK tanpa menyentuh kesuksesan yang di tuju. Ujarnya. (Yos)     

PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Gelar Acara Rakor

Posted by Unknown 0 komentar

Tasikmalaya, Lintas Metro
Tanggal 9 April 2014 merupakan tanggal penentuan nasib bagi para calon Legislatif untuk menentukan jadi dan tidaknya sebagai Anggota Dewan. Tanggal tersebut juga tanggal dimana Pemerintah menggelar Pemilihan Umum untuk menentukan nasib Bangsa, namun pada umumnya tidak semua warga memahami dan mengetahui para calon Legislatif dan juga Partai yang ada, bahkan cara mencoblos pun tidak semua memahaminya. Dari itulah Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK ) Kecamatan Mangunreja menggelar acara sosialisasi Pemilu Legislatif se-Dapil 1 dengan menggelar lomba jalan santai yang mengundang seluruh lapisan masyarakat.
Sound System,  panggung dan music hiburan di sediakan dengan berbagai hadiah yang cukup wah dan meriah. Suara hingar bingar musik tidak di tunjang oleh banyaknya peserta yang hadir, baik itu dari kalangan masyarakat maupun dari Caleg itu sendiri.
Dari 85 caleg yang ada di Dapil 1 hanya 12 caleg yang hadir bahkan peserta yang hadirpun di dominasi oleh anggota PPS dan anak-anak yang hanya sekedar mengejar hadiah undian. Itu membuktikan bahwa acara sosialisasi ini kurang diminati oleh warga dan Caleg itu sendiri.
Selaku ketua KPU Kabupaten H.Deden menegaskan, cara sosialisasi seperti menggelarnya jalan santai perlu dilaksanakan di Kecamatan Mangunreja saja, karena di tempat lain dilaksanakan dengan cara yang berbeda. Jelasnya.
Di lain pihak Dede selaku ketua PPK Kecamatan Mangunreja mengatakan, “jauh-jauh hari yang dipikirkan hanya masalah hadiah dan Alhamdulillah hadiah sudah tercapai”. Tegasnya.
Lalu apakah dipikiran ketua PPK tersebut tidak terpikir cara sosialisasi (merekrut peserta sebanyak-banyaknya), yang lebih membuat heran, jumlah karcis undian tidak sesuai dengan  jumlah  peserta, bahkan kartu undian hampir sekotak penuh tapi para peserta bisa di hitung dengan jari.

Mudah-mudahan, menurut warga acara sosialisasi ini bukan acara ceremonial belaka dan mendongkrak popularitas PPK tanpa menyentuh kesuksesan yang di tuju. Ujarnya. (Yos)     

APDESI Mangunreja Berduka

Posted by Unknown 0 komentar
iring-iringan pelayat saat mengantarkan Jenazah Alm ke tempat pemakaman
Tasikmalaya, Lintas Metro
Perjalanan hidup seseorang baik itu jodoh, maut dan nasib sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa! Begitu pun dengan usia, Almarhum Ajang Sobihin 53 tahun Kepala Desa Pasirsalam Kecamatan Mangunerja telah menghadap sang Kholik, Setelah hampir 4 bulan berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 20 Januari 2014 pada pukul 2.30 WIB disaksikan oleh keluarganya.
Kepergian Ajang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan masyarakat Pasirsalam. Ratusan pelayat memenuhi acara pemakaman yang dipimpin langsung oleh D. Sudrajat selaku Camat Mangunreja. Air mata pun tak terbendung dari segenap yang hadir, termasuk Toni Hanip yang mulai dari almarhum sakit sampai akhir hayat, Toni Hanip yang juga Caleg dari Partai GOLKAR ini selalu bersama dengan para Kepala Desa menunggu almarhum di rumah sakit.

Nampak hadir di tengah-tengah masyarakat adalah Kapolsek juga Danramil Singaparna, Tata Raharja selaku APDESI mengungkapkan pihkanya merasa sangat kehilangan, karena almarhum dikenal sangat solid dan berdedikasi tinggi terhadap warga juga organisasi. “Selamat jalan, Semoga Rodho Alloh selalu ada disisimu”. (YOS)

Bupati Tasikmalaya Hadiri Acara Di Ponpes Miftahul Falah

Posted by Unknown Sabtu, 01 Februari 2014 0 komentar
Tasikmalaya, Lintas metro                                                                                            
Belum lama ini Pondok Pesantren Miftahul Falah yang berada di Desa Mangunreja Kecamatan Mangunreja mengadakan acara temu alumni Ponpes Miftahul Falah sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
hadir dalam acara tersebut  Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, perwakilan dari Polres Kabuapten Tasikmalaya, Camat Mangunreja H. Dede Sudrajat, M.Pd, Kepala UPTD Pendidikan mangunreja, Danramil, dan seluruh alumni ponpes Miftahul Falah.
dalam sambutannya Bupati mengatakan, lembaga pendidikan di Ponpes itu sangat penting, karena menurutnya, saat ini masarakat lebih mementingkan lembaga-lembaga pendidikan yang lain di banding lembaga pendidkan di ponpes. Tuturnya.
Selain itu Bupati juga menyinggung perihal banyaknya para Kiyai yg pintar atau cerdas tapi tidak bisa bekerja di karenakan tidak mempunyai izazah.
Dilain pihak Pimpinan Ponpes Miftahul Falah Kh. R, Jamaludin Marfu saat diwawancara Lintas Metro mengatakan bahwa dalam acara tersebut Ponpes Miftahul Falah memberikan santunan kepada 3 (tiga) orang santri yaitu Moh. Ali Yusup santri asal Puspahiang, Rahman santri asal bojong gambir dan Iman Sulaiman santri asal Tanjungjaya. “mereka semua adalah santri yatim yang juga terbilang tidak mampu”. Jelasnya.
Ahrodin Hamdani selaku ketua panitia acara saat diwawancara Lintas Mentro mengatakan bahwa tujuan dari diadakannyaacara tersebut yaitu untuk mempererat tali silaturrahmi khususnya sesama alumni Ponpes Miftahul Falah, umumnya kaum muslimin muslimat. “dengan silaturrahmi kita  bisa intropeksi dengan harapan mensyiarkan Agama Islam sesuai dengan tuntutan jaman”. Tandasnya

dalam acara Temu Alumni dan Maulid nabi Muhammad SAW itu panitia mengundang mubaligh dari Paseh Kota Tasikmalaya yaitu Kh. Amang Baden untuk memberikan tausiyahnya. (LM-Iwan K)

widget 1

widget 2

widget 3

widget 4