Follow me on Facebook

Siswi SDN 1 Pasirwangi Menjadi Team Lomba Tari Terbaik

Posted by Unknown Minggu, 09 Maret 2014 0 komentar

Garut, Lintas Metro
SDN Pasirwangi 1 menjadi Juara 1 dalam Lomba SPKGS tingkat Kecamatan yang diadakan di Aula Desa Padasuka untuk bidang Kreasi Mojang Ngibing / Seni Tari Asuhan Hj Entin Pondok Olah Seni Garut, yang di ikuti seluruh SDN se-Kecamatan Pasirwangi,
Hadir dalam acara tersebut Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pasirwangi Drs. Asep Nurjaman bersama jajaran pengurus PGRI dan Ketua K3S serta masyarakat yang ingin menyaksikan Lomba tersebut,
Dalam Lomba SPKGS itu, siswi SDN 1 Pasirwangi menjadi team terbaik dalam gelaran lomba Tari ini.
Menurut Mega Yuliana S.Pd pelatih, “memang sangat sulit membentuk karakter kekompakan namun berkat kemauan keseriusan dan disiplin tinggi akhir nya anak anak dapat menyerap ilmu yang saya terapkan”. Ujarnya
 Ditemui di tempat terpisah, Dra. Iis Rohayati Kepala Sekolah SDN Pasirwangi 1  dirinya mengaku sangat bangga akan prestasi yang diraih Siswanya dan
“Kedepannya kami akan lebih meningkatkan lagi porsi latihan, agar mampu bersaing dengan para peserta lainnya di tingkat Kabupaten”. Ungkapnya.

Kepsek juga berharap siswinya dapat menjadi figur yang mandiri dan dapat mengharumkan nama keluarga, sekolah dan daerah nya. Pungkasnya. (LM-TJ)

Kontes Burung Road To HUT TVRI ke 27, Carut Marut

Posted by Unknown 0 komentar
Garut, Lintas Metro
Sajian Kontes Burung Bertajuk Road To HUT TVRI ke 27 yang bertempat di UNIGA Garut, diluar dugaan. Acara yang pelopori oleh Rudi sebagai Ketua Panitia, Dudi Mawar sebagai Ketua Pelaksana dan Dr. H. Abdussy Syakur sebagai Penanggung Jawab, seharusnya menjadi tontonan yang menarik dan tertib, namun sebaliknya acara tersebut ternyata menjadi carut marut.
Kondisi lapangan yang berada di belakang Kampus ini dinilai kurang menjadi perhitungan panitia, pasalnya kencangnya terpaan angin mengganggu kerjanya para fighter jago jago burung di lomba ini.
Hal tersebut terlihat ketika para peserta pribumi atau dari daerah Garut dan peserta dari luar Garut yang merasa kecewa dan melayangkan protes keras terhadap Panitia. Tak pelak hal itu hampir membuat terjadinya amuk peserta yang merasa tidak puas dengan kinerja para juri yang menurut peserta dinilai berat sebelah dan menggiring ke salah satu peserta untuk menjadi juara nya.
Ketidak tegasan panitia ini berdampak sekali, sehingga para peserta tidak lagi menggubris peringatan Panitia untuk tidak berteriak, nyatanya hampir seluruh peserta ini berteriak dan menjadikan ajang ini tidak menjungjung nilai ketegasan seperti tertulis dalam pamplet dan brosure yang disitu jelas tertulis “semua kelas Non Teriak”, alias tidak boleh menyebutkan nomer gantangan.
Peserta asal Hampor dan Tarogong, sebut saja Upay dan Iwan mengatakan kepada Lintas Metro bahwa hal ini sangat memalukan memalukan Garut sebagai pribumi. Mereka berharap, panitia selektif, baik dalam persiapan atau pun recruitment Korlap dan para juri serta kepanitiaan yang lain.
“Kerja korlap dilapangan kurang berperan aktif sehingga para juri terlihat berkelompok. Tugas korlap adalah mengatur rotasi posisi juri agar tidak selalu di satu tempat dan harus segera berteriak lantang menyerukan agar berpencar apabila melihat juri. Juri terlalu lama berdiam /ngetem. Sehingga banyak burung burung lainnya yang tidak terkontrol disebabkan karena waktunya yang sedikit”. Ujarnya.
Ketidakhadiran Penanggungjawab acara dinilai para peserta dari luar garut tidak memberikan sambutan baik. “Sebagai Tuan Rumah sebaik nya memberi sambutan, ini kan tidak lucu, sebagai Penanggung jawab seharus nya ada di tempat. Akh kaduhung milu kontes di Garut tara bener”. Ujar salah seorang perserta dari Luar Garut sambil kembali mengemasi burung burung nya dan tidak jadi menggantangkan burung nya.
Sungguh ironis, lomba setingkat ROAD to HUT TVRI dengan Tiket yang lumayan antara 150 ribu dan dirasakan oleh para peserta cukuplah mahal ini tidak dapat memuaskan para Kontestan. Hal itu di tandai dengan banyak nya nada protes dari para peserta. “bagaimana Garut ingin maju, bila kondisi ini tetap dibiarkan?”. Celotehnya.
Kericuhan terjadi dikala salah satu peserta burung Anis kelas ebod vit dengan Tiket pendaftaran 150 tidak mendapat bendera nominasi, tetapi para juri tidak ada yang memantau atau memberi bendera nominasi, padahal anis nya dari awal kerja jujur, dan dikelas kenari ebod vit yang tiket nya sama yaitu 150 ribu banyak peserta yang kecewa.
Iwan peserta dari Tarogong kidul yang menggantangkan kenari Jagoan nya pada helatan di copong beberapa hari yang lalu masuk digelaran BNR sebagai nominasi juara Harapan pertama, kali ini harus gigit jari karena burung nya sama sekali tidak dipantau dan diberi nilai yang sesuai, dan harus pulang dengan rasa kecewa.
“Gelaran seperti ini tidak layak untuk diikuti lagi. Peserta yang lain jangan mau hanya sebatas penyumbang saja, kita kan daftar sama, ya seharusnya dipantau dong jangan dipilih pilih”. Keluhnya
Dalam hal ini, Mandala Bird Club (MBC) menjadi penggagas event yang dinilai sebagian besar gagal membangun citra kontes burung yang di dukung oleh Prof. Dr. H. Abdussy Syakur Amin M.Eng.
LM sempat menghubungi Rudi, Ketua Panitia, dan dirinya mengemukakan bahwa memang kejadian seperti ini telah terjadi dan hanya pasrah menerima kenyataan pahit ini. Ujarnya.

“Hanya peserta dan Masyarakat luas yg dapat menilai, betapa pentingnya nilai fair play dan kedisiplinan. semoga saja Garut kedepan lebih mengedepankan nilai sportifitas dan kedisiplinan. Insya alloh kedepan Garut Lebih di minati untuk penyelenggaraan Kontes atau Lomba burung setingkat Jabar. Pungkasnya. (LM-TJ)

Wakil Bupati Bandung Barat Lantik Kades Terpilih

Posted by Unknown Jumat, 07 Februari 2014 0 komentar
Wakil Bupati Bandung Barat saat Melantik Kepala Desa

Bandung, Lintas Metro
Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat H. Yayat T Soemitra kembali melantik seorang Kepala Desa terpilih di Kecamatan Lembang, belum lama ini.
Kepala Desa yang dilantik yakni Agus karyana, ST yang menjadi Kades terpilih di Desa Gudang Kahuripan untuk periode 2014-2020.
Acara dimulai sejak pukul 10.00 Wib, dihadiri oleh beberapa unsur Muspida Kabupaten Bandung Barat, unsur Muspika kecamatan Lembang, Kapolsek berserta Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Wakil Bupati H. Yayat T Soemitra dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Kepala Desa terpilih, “semoga peristiwa pelantikan ini menjadi motivasi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh rasa tangung jawab untuk membawa perubahan positif dalam memajukan desa”. Ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, Wakil Bupati mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana pemilihan kepala desa dan segenap komponen masyarakat yang telah berhasil menyelenggarakan pemilihan kepala desa. Tambahnya.

Disamping itu Wakil Bupati juga berpesan  Agar Kapala Desa dapat menggali segala potensi yang ada di desa, sumber daya alam dan manusia untuk membangun desa yang lebih baik serta Kepala Desa juga harus mampu menjalankan pemerintahan yang transparan, akuntable, dan demokratis . pungkasnya. (Budi)

STAI Miftahul Ulum Adakan Milad

Posted by Unknown 0 komentar
Dr. H. Edeng, ZA, M.Pd
Tasikmalaya, Lintas Metro
Milad yang diselenggarakan oleh STAI Miftahul Ulum belum lama ini mendapat apresiasi yang sangat besar dari masyarakat. Kemeriahan Milad tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya,pasalnya acara ini digelar berbarengan dengan Maulid nabi Muhammad SAW.
Antusiame mahasiswa yang tinggi didukung oleh masyarakat sekitar,membuat acara tersebut semakin semarak. Hadir dalam acara tersebut, Andi sulanjani, Ketua Komisi  Empat DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Drs H. Dadang Romansyah, MSi, Kepala Kemenag Kabupatan Tasikmalaya, serta pengurus.
Dalam sambutanya Dr. H. Edeng, ZA, M.Pd mengungkapkan, “Dengan segala upaya, Alhamdulillah pada januari 2011 STAI MU mendapatkan izin untuk berdiri sendiri di Kecamatan Parungponteng. Dari 160 perguruan tinggi swasta di Jawa Barat STAI MU masuk dalam 12 besar. Menurutnya juga ini adalah pencapaian prestasi yang sangat baik,mengingat usia kampus ini masih bisa dikatakan bayi, yakni baru berdiri 2 tahun,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Drs Dadang  Romansyah, MSi, dirinya mengaku sangat bangga serta memberi apresiasi yang sebesar besarnya kepada semua penyelenggara acara ini. “Mudah mudahan melalui Milad ini STAI MU tetap ada, eksis dan mampu bersaing serta menjadi lebih baik lagi, tentunya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Bisa tetap jaya, diperhitungkan oleh bangsa”. Menurutnya lagi, Diusianya yang ke 2 Tahun, STAI MU mampu meningkatkan prestasi dan kwalitas yang baik serta bersaing dengan perguruan tinggi swasta lainya ,itusemua berkat kerja keras dan keikhlasan semua pengurusnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Miftahul Ulum, Drs Rohman, MSi mengungkapkan, acara milad ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun, dengan tujuan untuk meningkatkan silaturahmi dalam menciptakan kekompakan dan kebersaan, inipun menyangkut kualitas mahasiswa, untuk mencapai prestasi yang baik, serta mereka bisa mengimplementasikan semua ilmu yang di dapat dalam lingkungan masyrakat yang lebih luas lagi. Masih menurutnya, saat ini Lembaga akan melakukan peletakan batu pertama, untuk pembangunan Pesantren yang merupakan rangkaian acara, yang mana sebelumnya telah dilakukan bersama antara mahasiswa dan masyarakat, seperti dalam rangka menyongsong bulan maulid.
Acara Milad dilaksanakan atas dasar rasa syukur, dalam acara ini juga diadakan fetival Liwet sebagai pemahaman dan pembelajaran. Lembaga menyiapkan bahan bahan dan mahasiswa bersama sama masyarakat lingkungan sekitar berlomba menyiapkan sajian nasi liwet yang di masak secara tradisional. Setelah selesai dan di tilai, nasi liwet tersebut digunakan sebagai komsumsi mereka sendiri dalam acara itu.  

Acara  tersebut murni hasil  swadaya dari seluruh pengurus yang berada di lembaga. Harapanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sebab dalam acara ini tidak lepas dari proses-proses pendidikan terhadap masyarakat seperti proses pembuatan liwet. (red)

Kecamatan Mangunreja Menunjukan Kemajuan Yang Signifikan

Posted by Unknown 0 komentar
Foto Roni : H. Dede Sudrajat, M.Pd, 
Tasikmalaya, Lintas Metro
Kecamatan Ma­ngun­reja merupakan Kecamatan hasil pemekaran dari Keca­matan Singaparna dan merupakan bagian dari ka­wa­s­an pusat pemerintahan (ibukota) Kabupaten Tasik­malaya yang dibentuk berdasarkan Perda Kabupaten Tasikmalaya Nomor 06 Tahun 2001 Tanggal 21 Agustus 2001 yang dires­mikan pada tanggal 21 Oktober 2001.
Meskipun Kecamatan Mangunreja masih terbilang belum lama terbentuk, tetapi telah menunjukan kemajuan yang signifikan, sehingga Sejak tahun 2012, Kecamatan Mangunreja dibawah kepemimpinan H. Dede Sudrajat, M.Pd, telah banyak meraih prestasi dalam ber­bagai bidang, baik untuk tin­gkat kabupaten maupun ting­kat provinsi.  
Prestasi yang diraih selama kepemimpinan Camat H. Dede Sudrajat di antaranya, Juara 1 (Satu) Lomba Desa Tingkat Kabupaten, Juara 1 (satu) Tingkat Kabupaten Posyandu melati dari Desa Sukasukur, Juara 1 (satu) Lomba Sinergitas Aparatur Pemerintah Kecamatan Tingkat Kabupaten, Juara 1 (satu) Tingkat Kabupaten Lomba PAUD dan Juara 2 (dua) untuk tingkat Priangan Timur, Juara 1 (satu) dalam Perencanaan Pembangunan PNPM dari Desa Salebu tingkat Kabupaten, Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten dan Juara 1 (satu) Lomba Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Piagam-piagam penghargaan Kecamatan Mangunreja

Segala upaya dilakukan H. Dede Sudrajat ber­sa­ma jajarannya demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kecamatan Mangunreja melalui ber­bagai kegiatan, seperti pertemuan kelompok tani, Pos­yandu serta tempat-tempat pe­ngajian umum.
Saat ditemui Lintas Metro di ruang kerjanya, H. Dede Sudrajat, M.Pd, mengungkapkan bahwa keberhasilan itu adalah hasil kerja keras seluruh jajaran aparatur dan bekerjasama dengan seluruh masyarakat kecamatan mangunreja.
Alhamdulillah keberhasilan ini atas kerjasama Aparatur Pemerintah, Ulama serta unsure masyarakat”. (Red)

Yayasan Al Amin Pelopor dan Penggiat Pendidikan Gratis

Posted by Unknown Selasa, 04 Februari 2014 0 komentar

Tasikmalaya, Lintas Metro
Yayasan Al Amin yang terletak di Jalan Cibuni Geulis Desa Sukasenang Kecamatan Tanjung Jaya Kabuapten Tasikmalaya adalah salah satu yayasan pelopor dan penggiat pendidikan gratis terhadap masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya berbagai macam pusat pendidikan yang meliputi pendidikan Formal dan Non Formal.
    Untuk pendidikan formal, yayasan Al Amin mendirikan SMK dengan biaya gratis, dalam artian semua masyarakat yang mengikuti pembelajaran di SMK Al Amin tidak dipungut biaya sepeserpun. Hal tersebut dikarenakan Ketua Yayasan Al Amin merasa terenyuh melihat kondisi sebagian masyarakat dengan taraf ekonomi lemah, sedangkan anak-anak mereka mempunyai potensi untuk berprestasi tapi tidak disalurkan dan untuk bekerja mereka belum cukup usia. Dan untuk pendidikan Non Formal, Yayasan Al Amin membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  (PKBM). PKBM adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan. PKBM ini masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan Nasional. PKBM ini bisa berupa tingkat Desa ataupun Kecamatan. 




Cece Darusman, S.Pd. Ketua sekaligus pendiri yayasan Al Amin saat diwawancarai Lintas Metro mengatakan bahwa tujuan didirikannya yayasan tersebut, dirinya ingin membantu masyarakat dalam menunjang pendidikan yang memang betul-betul terjangkau, karena menurutnya, kadang kadang masyarakat menginginkan untuk bersekolah tapi keadaan tidamemungkinkan mengingat kondisi ekonomi sebagian masyarakat yang tidak memungkinkan.
Dikatakan pula bahwa Di yayasan al amin dilaksanakanPendidikan luar sekolah yang merupakan yaitu PKBM yang meliputi Paud, Paket A, B dan paket C. jelasnya.
Untuk Program Paket A itu sendiri Cece Darusman bentuk mengingat masyarakat di wilayah tanjungjaya masih banyak yang harus di bantu dengan paket A dan merupakan salah satu upaya untuk membantu Pemerintah  dalam menuntaskan Wajar Dikdas 9 tahun serta untuk mencapai APM dan IPM yang digembor-gemborkan Pemerintah . Tambahnya.
“Semua kegiatan pembelajaran mulai dari paket A, B dan C itu dengan biaya gratis, karena Pemerintah  menyalurkan program ke PKBM dan PKBM menyalurkannya ke masyarakat dan semua peserta wajib mengikuti pembelajaran tidak bisa Cuma mengikuti ujian”. ujarnya
“Untuk Program Paket C kami sentralkan di lingkungan PKBM, dengan memperbanyak pembelajaran di rumah, esistensinya untuk meringankan beban masyarakat itu sendiri, mengingat banyak dari peserta paket C sudah berkeluarga”. Imbuhnya.
Selain itu PKBM Al Amin juga melaksanakan Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) pada pemberdayaan perempuan. Berbagai macam pelatiahan keterampilan dilaksanakan, mulai dari cara merangkai Manic-manik, menjahit, menyulam hingga pembuatan makanan ringan.
“Alhamdulillah kami mendapat respon baik dari masyarakat dan saat ini sudah banyak masyarakat yang membuka home industry dari hasil pelatihan dari PKBM”. Pungkasnya.

Dilain pihak, AA Solehudin, S.Pd.I. salah seorang tenaga pengajar di SMK Al Amin mengatakan kepada Lintas Metro bahwa dirinya merasa nyaman bekerja di Yayasan tersebut, bahkan dirinya sudah menganggap yayasan tersebut sebagai rumah keduanya. “saya betah kerja disini”. ujarnya.(Iwan)

Polsek Sodonghilir Berhasil Ungkap Pelaku Pengubur Bayi

Posted by Unknown 0 komentar
Tasikmalaya, Lintas Metro
Perjalanan cinta antara A (30)  dengan R (32) keduanya penduduk Kampung Cipende Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir Tasikmalaya harus berahir di balik jeruji Polres Tasikmalaya. Kehangatan cinta keduanya harus berganti dengan dinginnya lantai penjara, pasalnya akibat dari perbuatan nista dan dilarang agama A mengandung dalam usia 7 bulan.
Menurut Akp. A Nurjaman selaku kapolsek sodonghilir saat diwawacara LM menuturkan bahwa pada tanggal  3 pebruari 2014 Polsek mendapat laporan dari warga Cipende bahwa di belakang rumah seorang warga terdapat gundukan tanah yang menyerupai kuburan, tidak menunggu lama pihaknya memerintahkan anggotanya untuk segera menuju TKP,  sesampai di TKP petugas tidak menemui kesulitan mencari gundukan tanah yang dilaporkan warga, maka petugaspun  segera menggali gundukan tanah yang terletak di belakang rumah warga tersebut, setelah berhasil dilakukan  penggalian, ternyata didalam kuburan tersebut  terdapat sosok mayat bayi dengan jenis kelamin laki laki yang terbungkus kain pernel lengkap dengan tali ari-arinya dan diperkirakan baru berumur 1 (satu) hari. Jelasnya
Masih menurut Kapolsek, kecurigaan pun tertuju pada sosok A seorang janda yang tidak jauh dari tempat mayat di temukan.
Saat dilakukan penangkapan, A dalam keadaan lemas dan dia mengakui perbuatannya bahwa bayinya sengaja dikuburkan karena takut dan malu oleh tetangga dan warga karena bayi tersebut merupakan hasil perbuatan gelapnya dengan R yang kini sedang berada diluar kota dan dalam proses kelahiran A tidak dibantu siapapun.  tandasnya

Untuk memudahkan penyelidikan kini pelaku di amankan di Mapolres Tasikmlaya”. Pungkasnya. (Yos)

widget 1

widget 2

widget 3

widget 4